Malam diam rembulan pingsan..
Awan merayap di ranggas dedaunan..
Luruh menuliskan catatan perjalanan kisah kerinduanku pada sang pujaan hati..
Kesunyian membawaku terbang bersama nafas bintang..
Menunggumu menjadi kuncup yang kan merona,.
Menitah mahkota di atas tahta jiwa..
Bersama sinar kesegaran musim semi,.
Kau membawaku terbang mengantar simpul setya dan kepasrahan tanpa kata..
Menitis raja di antara samudra menjelma tahta raja kefakiran asa..
Menjadilah wujud dalam impianku..
terbanglah tuk menyunting mekar cinta, kan bermuara pada kesucian ikrar cinta yang kan jadi nyata..
Kesunyian malam kelam, ku temukan sosok wajahmu yang kelu di hatiku..
Ingin segera kuraih jemarimu yang membeku, hangatkan batinmu yng kian lama terpaku,,
Wahai kau yang ada disudut hatiku, dekap dan rasakan detak jantungku agar kau dapat tangkap getaran cintaku yang kian bergejolak dan menggema di relung jiwa.
Dalam hembusan angin malam kelam, ku terjaga, sadarkan diri bahwa kau kan lama kumiliki,
dan secercah senyum menawan yang dapat ku tangkap dalam bayangan malamku saat ku terpikir padamu..
Kasihku. . . . .
Senin, 16 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar